Air adalah media transfer panas yang sangat baik, dan persediaan alaminya melimpah,ini menjadi alasan mengapa air dipilih sebagai media perpindahan panas untuk kebutuhan Industri.tetapi pre-tereatmen dibutuhakan sebelum air dipakai pada sistem aup dan air panas, jika tidak masalah serius akan terjadi, baik itu dalam bentuk kehilangan energi atau pengurangan life time aset.
Air adalah pelarut universal,dia melarutkan apa saja dalam perjalanan alamiahnya, baik saat didalam tanah maupun di udara.
Di alam air sangat jarang sekali ditemukan dalam kondisi murni, selalu saja mengandung zat pengotor baik itu materi padatan tersusensi,maupun berujud gas terlarut.
Semua zat pengotor tersebut akan menimbulkan masalah dalam sistem uap indusri,masalah-tersebut antara lain :
- Deposit kerak/scalant
Kandungan mineral saat dipanaskan pada sistem uap akan kehilangan daya larutnya dan mengendap menjadi kerak/scalant. Nilai konduktivitas thermal dari kerak ini sangat rendah sehingga cenderung sebagai isolator yang menghambat proses pepindahan panas,.
- Korosi
Korosi terjadi karena proses oksidasi oleh oksigen pada permukaan logam membentuk oksida logam(karat), oleh karena itu pembatasan kandungan oksigen terlarut air umpan sangat penting.
Treatment untuk menghilangkan kandungan oksigen secara mekanis dilakukan dengan proses deaerasi sedangkan tretment kimiawi dengan pemakaian kimia oxygen scavenger (pemulung Oksigen)>>>baca disinni . Disamping oksigen,kondisi air boiler yang cenderung asam bisa membuat zat-zat pengoksidasi menjadi agresif mengoksidasi lapisan logam >>> baca disini
- Kehilangan Efisiensi
Terbentuknya kerak yang berfungsi sebagai isolator seperti disebutkan diatas akan menghambat proses perpindahan panas,yang berarti kehilangan energi disamping menambah kebutuhan bahan bakar.
- Penurunan lite time aset
Kerak dan korosi akan menyebabkan dekomposisi metalurgi pada bahan penyusun boiler,menyebabkan logam kehilangan sifat kelogamannya. membutuhkan perbaikan atau penggantian dengan unit baru.
- Kualitas Uap rendah (kadar •% kelembaban tinggi)
Dalam beberapa Industri, sistem uap didesain untuk menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian sangat tinggi(kelembaban rendah), agar uap bisa mencapai temperatur dan tekanan yang diinginkan.>>>baca disini
Tapi dengan keberadaan kerak akan mejadi masalah serius dalam upaya ini.
• Masalah Kemurnian Uap,
Terjadinya "steam carry over" (baca disini) yaitu terbawanya padatan dalam uap seperti silika dan Ion natrium, yang akan mengendap pada kisi-kisi turbin.

